Sejarah Ferosemen

RINGKASAN SEJARAH FEROSEMEN

Sejarah Ferosemen merupakan kisah yang menarik yang membawa kembali ke tahun 1850, ketika beton bertulang pertama kali diperkenalkan di Perancis. Dalam tahun 1845, JEAN LOUIS LAMBOT, tuan tanah dari Perancis, membuat beberapa perahu dayung, pot bunga, tempat duduk dan beberapa benda lainnya dari bahan yang disebutnya “FERCIMENT” dalam sebuah patent yang didapatnya dalam tahun 1852. Dalam patent terbaca sebagai berikut:

“Penemuan saya adalah sebuah produk baru yang dapat menggantikan kayu (dalam pelantaian kayu, penampung air, pot bunga, dan lain-lain) yang dapat rusak karena air atau kelembaban. Dasar dari bahan baru ini adalah kawat jala atau batang besi yang saling berhubungan yang membentuk anyaman yang lentur. Saya bentuk jala ini ke bentuk yang saya rencanakan dan ingin saya ciptakan, kemudian saya gunakan semen hydraulis atau bitumen tar atau campuran untuk mengisi sambungan-sambungan”.

Perahu dayung Lambot saat ini bersemayan dalam museum Brignoles, Perancis. Perahu-perahu ini dibuat dengan ukuran 3.66 m panjang dan 1.12 m lebar dengan tebal dinding 25 mm sampai dengan 38 mm tulangan dengan kawat jala.

Banyak pembuat perahu yang mengikuti jejak Lambot pada setengah abad terakhir abad sembilan belas. Yang menonjol diantara mereka adalah GABELLINI dan BOON, yang membuat sekoci ZOOMEUW yang terkenal, pada tahun 1887.

Dasar pemikiran dari bahan ini adalah bahwa beton dapat menerima regangan yang besar di sekitar tulangan, dan besarnya regangan tergantung pada penyebaran dan pembagian tulangan melalui beton yang bersangkutan.