ft-sipil.unila.ac.id

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Sejarah Ferosemen

E-mail Print PDF

RINGKASAN SEJARAH FEROSEMEN

Ferosemen adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu bentuk beton bertulang yang berbeda dari beton bertulang biasa atau beton pratekan, terutama dari bahan dan cara pemasangan tulangan. Bahan dan cara penulangan yang sedemikian rupa dan bahan komposit yang terbentuk memberikan sifat-sifat yang sangat berbeda dengan beton bertulang biasa pada kekuatan deformasi, dan kemungkinan terapannya sehingga dapat dibedakan sebagai bahan lain. Berbeda dari beton bertulang biasa dalam penulangan yang terdiri dari tulangan yang rapat, beberapa lapis kawat jala atau kawat halus yang diisi dengan semen mortar. Bahan ini dapat dibentuk sebagai bidang yang tipis, biasanya kurang dari 2,5 cm (1 inchi), dengan selimut semen mortar yang tipis di atas lapisan tulangan. Sementara beton biasanya beberapa kali lebih tebal dan dibentuk dengan cetakan, sedangkan ferosemen bisa tanpa cetakan.

Sejarah Ferosemen merupakan kisah yang menarik yang membawa kembali ke tahun 1850, ketika beton bertulang pertama kali diperkenalkan di Perancis. Dalam tahun 1845, JEAN LOUIS LAMBOT, tuan tanah dari Perancis, membuat beberapa perahu dayung, pot bunga, tempat duduk dan beberapa benda lainnya dari bahan yang disebutnya “FERCIMENT" dalam sebuah patent yang didapatnya dalam tahun 1852. Dalam patent terbaca sebagai berikut:

"Penemuan saya adalah sebuah produk baru yang dapat menggantikan kayu (dalam pelantaian kayu, penampung air, pot bunga, dan lain-lain) yang dapat rusak karena air atau kelembaban. Dasar dari bahan baru ini adalah kawat jala atau batang besi yang saling berhubungan yang membentuk anyaman yang lentur. Saya bentuk jala ini ke bentuk yang saya rencanakan dan ingin saya ciptakan, kemudian saya gunakan semen hydraulis atau bitumen tar atau campuran untuk mengisi sambungan-sambungan".

Perahu dayung Lambot saat ini bersemayan dalam museum Brignoles, Perancis. Perahu-perahu ini dibuat dengan ukuran 3.66 m panjang dan 1.12 m lebar dengan tebal dinding 25 mm sampai dengan 38 mm tulangan dengan kawat jala.

Banyak pembuat perahu yang mengikuti jejak Lambot pada setengah abad terakhir abad sembilan belas. Yang menonjol diantara mereka adalah GABELLINI dan BOON, yang membuat sekoci ZOOMEUW yang terkenal, pada tahun 1887.

Dasar pemikiran dari bahan ini adalah bahwa beton dapat menerima regangan yang besar di sekitar tulangan, dan besarnya regangan tergantung pada penyebaran dan pembagian tulangan melalui beton yang bersangkutan.

Last Updated on Saturday, 13 November 2010 13:25  
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday35
mod_vvisit_counterYesterday50
mod_vvisit_counterThis week188
mod_vvisit_counterLast week331
mod_vvisit_counterThis month752
mod_vvisit_counterLast month1070
mod_vvisit_counterAll days716450

We have: 22 guests online
Your IP: 54.144.21.195
 , 
Today: Sep 21, 2017

GTranslate